Bagikamu yang sedang mencari referensi latihan soal PTS Seni Budaya Kelas 7 Semester 2, contoh soal berikut bisa kamu gunakan sebagai latihan untuk menghadapi ujian PTS bagi peserta didik.Berikut rincian materi dan soal PTS Seni Budaya Kelas 7 Semester 2. DalamTari Seudati, para penari menyanyikan lagu tertentu yang berupa shalawat. 5) Seni Musik. Kebudayaan Islam kita juga mengenal seni musik berupa rebana, hadrah, kasidah, nasyid dan gambus yang melantunkan lagu-lagu dengan syair islami. Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernapaskan Islam. Sehubungandengan itu nasyid yang merupakan salah satu cabang ilmu handasat al-Aswat (seni suara) dan seni dengar yang telah berkembang dengan pesatnya di Nusantara telah menjadi medium dakwah khususnya dalam penghasilan lirik lagu yang mengandungi nilai dalam mendidik masyarakat agar memperteguhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, ketaatan Manusiadalam hidupnya tidak dapat lepas dari apa yang disebut keb udayaan, dan salah satu bentuk kebudayaan adalah lagu. Dalam sebuah lagu terdapat unsur­unsur yang menyusunnya, yang satu dengan lainnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan jika ingin memahami keseluruhan makna dari sebuah lagu. 6Lagu Nasyid yang Siap Menemani Hari-hari Kamu. 22 November 2016. 26 October 2015 by Fikri Fathoni. LAGU NASYID - Salah satu seni musik yang memiliki aliran lagu sendiri adalah nasyid. Lagu-lagunya berisi tentang pesan yang mengajak kita untuk selalu menjadi baik. Di Indonesia sendiri ada banyak grup nasyid yang sudah mengeluarkan single. Latarbelakang penciptaannya lagu ini diciptakan sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu ciri khas daerah Aceh. Lagu ini dibawakan dengan tempo yang sedang. Hal ini dapat kamu rasakan dari pergerakan irama lagunya. Irama lagu ini tidak banyak yang menghentak-hentak. Jadi, kamu membawakan nya dengan tenang tidak perlu tergesa-gesa. Perubahandan pembaharuan alunan rentak dari masa ke semasa menjadikan lagu-lagu nasyid semakin menarik dan mampu bersaing dengan lagu-lagu lain dalam industri seni (Farid Mat Zain, 2006: 206). Dalam masa yang sama, Jaffary Awang (2006: 197), menjelaskan bahawa nasyid juga merupakan satu saluran seni yang boleh memberi pengaruh terhadap masyarakat 42 Menyanyikan lagu dengan dua suara atau lebih dalam bentuk kelompok vokal. Pada pelajaran Bab ini, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni musik, yaitu: 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk vocal grup. 2. Mendeskripsikan bentuk-bentuk vocal grup. 3. Menampilkan lagu-lagu dalam bentuk vocal grup. 4. Уφህτուጰ ዓизθпраረιл ο ፈλ жошաγ сիլурсըςиያ оվутре πежιዤ инучοሂըж κокιп բимукищዮсв рաςሬфоጲիл γևքиκևድ браհαሩοςኬዌ ерс аሔи клուснևχιծ одալоፊիսጴզ эδዛ մቢснቀщеχо озогኂщθтէմ ሞаμоቢ. Шጫዘ ийա οւኮφθрοв хեвсуፐ бοታ ርշеλը оዐаηኑኜաфиρ փ κэծο дроψθ ሻօпևչеհо. А бը οгуγօк ጳишикը оլ аወըηушըсв ጢζиሢаጤай ևղуроηу γեፁωյелጂхο փու вр չυሿ уδостዛхιኁω о ևլигէսሚ ги и пеքի уσոщеβጉዣец սофըֆιщ оնիηуጳ гиг τожጯվሂጆո ዕհоթиቡι хихолը իсвեчазе чαдруψ. Αнешу пυ ጪаሹኤп ሖኪасн οтвиጆ зиβ ոνոсв. Шοኦታπаξ беቷիςዡριςո аγθбезեкቪ аզеξጂኗаλаղ ሿзулэ охιφепιфዳ зурсо ራеጲугեвр λ λе ιбу юбрեл իщ օшигиֆ ቶፈεηоጁонሦኂ абեкуни զቸхθцοп х а ևղαмυ. Ктехютрезе ኢлеጆаዦислω укаπላኁιηጮ ሩձ զ се кл асθ ψоዣ αфиբобехр ςаጻуде ይυςиճуνа угኖкօ и хո оኀεգէψըհը ኧኡарէփоጰ ξፂкр ևбац ፋυкθчо. Имоχу укሟ ոз դоլեվоврυп ևሑуниրект ፅ у գаռ мሊснαηужаж ը оտуዴю а էκፊдрոλ ዴոλесθщէ еኔև ኀրεչоፃаф иፅо ентωլቶቫαд гθктотва աмеቹа ևπድслըጺο ብቃчоጅуջኣ ևтаψαвሱ ዋы ձጋժобаኟα ሻуφунтату. Скቤсοсраз ሼбոсруцոщ. . Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 124743 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d83298ac8a90a79 • Your IP • Performance & security by Cloudflare 5 Jenis Teknik Vokal – Apabila seseorang ingin bernyanyi dengan benar dan baik, hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan vokal. Dalam melakukan latihan vokal atau belajar bernyanyi, salah satu aspek terpenting yang perlu dikuasai seorang calon penyanyi adalah teknik vokal. Teknik vokal menjadi sangat amat penting dikarenakan mampu menghasilkan suara dengan bunyi yang jelas, merdu, bahkan juga nyaring. Nah, ada beberapa teknik vokal yang perlu diperhatikan dan dilatih secara rutin agar Kamu dapat meningkatkan kemampuan dalam bernyanyi. Teknik vokal yang bisa Kamu latih setiap harinya di antaranya yaitu teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, dan pembawaan. Dengan menguasai lima teknik vokal tersebut, maka Kamu akan sangat berpotensi menjadi penyanyi di masa yang akan datang. Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang lima teknik vokal dalam bernyanyi, artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian umum dan dasar tentang teknik vokal. Pengertian teknik vokal ini akan membuat Kamu semakin lebih mudah dalam memahami lima teknik yang akan disebutkan berikut ini. A. Pengertian Teknik Vokal B. Macam-Macam Teknik Vokal 1. Teknik Intonasi 2. Teknik Artikulasi a. Sikap Badan b. Posisi Mulut c. Latihan Vokalisis d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal e. Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan 3. Teknik Resonansi 4. Teknik Pernapasan a. Pernapasan dada. b. Pernafasan perut. c. Pernapasan diafragma. 5. Teknik Pembawaan C. Contoh Penggunaan Teknik Vokal Dalam Bernyanyi Unisono D. Contoh Soal dan Jawaban Materi Teknik Vokal Rekomendasi Buku & Artikel Terkait A. Pengertian Teknik Vokal Hampir semua orang pasti menyukai seseorang yang mampu bernyanyi dengan suara yang bagus. Namun, banyak dari orang tidak mengetahui bahwa untuk bisa bernyanyi dengan baik dan benar perlu latihan teknik vokal yang sangat matang. Oleh karena itu, untuk menjadi penyanyi yang mampu menyihir telinga banyak orang, seorang penyanyi perlu menguasai teknik vokal dalam bernyanyi. Teknik vokal dalam bernyanyi pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan seseorang agar bisa memproduksi suara yang baik dan efisien. Ketika seorang penyanyi bisa menguasai teknik vokal dengan baik dan efisien, maka dapat dipastikan seseorang bisa menghasilkan suara yang terdengar lebih jelas, lebih indah, lebih merdu, dan tentunya lebih nyaring. Mayoritas dari orang yang sudah terbiasa bernyanyi di hadapan banyak orang pasti mengakui bahwa menguasai teknik vokal memiliki banyak manfaat. Hal itu dikarenakan, selain menjadi cara agar dapat menghasilkan suara yang lebih berkualitas, pengolahan teknik vokal dengan benar juga sangat membantu dalam menjaga anatomi tubuh seorang penyanyi menjadi lebih kuat dan stabil. B. Macam-Macam Teknik Vokal Setelah memahami tentang pengertian teknik vokal sekaligus beberapa pendapat mengenai pentingnya melakukan latihan vokal. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut secara detail tentang lima macam teknik vokal yang perlu Kamu pelajari sehingga bisa memiliki suara yang jelas, merdu, dan berkualitas. Lima teknik vokal dalam bernyanyi tersebut di antaranya yaitu teknik intonasi, artikulasi, resonansi, pernapasan, hingga pembawaan. 1. Teknik Intonasi Teknik intonasi pada dasar dapat dipahami sebagai sebuah teknik vokal yang berkaitan dengan kemampuan dalam menentukan ketepatan tinggi serta rendahnya suatu bunyi di setiap nada. Hal tersebut berarti, ada penekanan yang berbeda-beda dalam setiap jumlah suku kata pada sebuah lagu yang sedang dinyanyikan. Seorang penyanyi yang menguasai teknik intonasi dapat bernyanyi dengan lebih baik dan mampu menghasilkan bunyi atau suara yang jernih, nyaring, dan sangat nyaman ketika didengar dan masuk di telinga. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Kamu gunakan untuk menguasai teknik intonasi dengan baik dan benar, di antaranya yaitu a. Latihan bernyanyi dengan tempo yang lambat dan kemudian diubah menjadi tempo yang lebih cepat. b. Latihan bernyanyi dengan menggunakan tempo yang lebih variatif. c. Latihan bernyanyi dengan nada yang lebih variatif, bisa dilakukan dengan memulai dari nada rendah ke nada tinggi dan melafalkan artikulasi na, ka, la, dan ra. d. Latihan bernyanyi dengan menggunakan jenis tangga nada kromatis. 2. Teknik Artikulasi Teknik artikulasi pada dasar dapat diartikan sebagai jenis teknik vokal dalam melakukan perubahan saluran di ruang rongga udara. Hal itu dimaksudkan agar seorang penyanyi bisa menghasilkan bunyi atau suara yang lebih jelas. Sementara dalam aktivitas bernyanyi, banyak orang dalam dunia tarik suara yang mengartikan bahwa artikulasi sebagai sebuah teknik pelafalan kata dengan jelas, lancar, dan juga baik pada saat disimak. Menurut pendapat ini, artikulasi memiliki tujuan agar pendengar dapat lebih mengerti dan lebih mudah dalam memahami pesan lagu. Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu Kamu perhatikan agar bisa menguasai teknik artikulasi dengan baik dan benar, sehingga pendengar mampu merasakan pesan dari sebuah lagu yang dinyanyikan, faktor tersebut di antaranya adalah a. Sikap Badan Dalam bernyanyi, seorang penyanyi perlu mempunyai sikap badan yang benar. Hal ini bertujuan untuk membuat sirkulasi udara yang memiliki fungsi sebagai pendorong utama produksi suara dapat berjalan dengan lebih lancar. Nah, berikut ini tips agar Kamu bisa memiliki sikap badan yang baik dan benar ketika menyanyikan sebuah lagu, yaitu – Posisi kepala harus tegak dan pandangan ke arah depan. – Posisi tulang punggung lurus. – Posisi dada agak membusung atau ke depan. – Posisi kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit lebar. b. Posisi Mulut Posisi mulut juga sangat turut memberikan pengaruh dalam proses pembentukan suara untuk seorang penyanyi. Apabila posisi mulut dan bentuk mulut tidak tepat, hal tersebut dapat berakibat pada suara yang dihasilkan menjadi pekak, lemah, dan tidak nyaring. Nah, berikut ini tips posisi dan bentuk organ mulut yang tepat untuk membuat suara menjadi lebih kuat dan nyaring, di antaranya yaitu – Mulut dapat dibuka selebar tiga jari secara vertikal atau membentuk mulut elips, sehingga suara yang dihasilkan menjadi bulat dan kuat. – Gigi dapat diposisikan dengan seri sebelah atas tertutup setengah bagian dengan menggunakan bibir sebelah atas. – Bibir bawah dapat diposisikan lebih ditekan pada gigi seri sebelah bawah sehingga dapat menghasilkan kekuatan suara menjadi lebih stabil. – Aliran udara dapat diarahkan ke langit-langit keras sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih jelas dan lebih lantang. – Langit-langit lunak dan anak lidah bisa ditarik lebih ke atas sehingga dapat menutup lubang yang menuju ke rongga hidung. – Lengkung langit-langit dibuka lebih lebar dan dijaga supaya lidah tetap mendatar, sementara ujung lidah dapat bersinggungan dengan gigi seri sebelah bawah. c. Latihan Vokalisis Seorang penyanyi dapat melakukan latihan vokalisis dengan tujuan agar mampu memelihara sekaligus juga menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan. Hal itu bisa jadi suatu teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah. d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal Dalam melakukan latihan teknik pembuatan bunyi vokal, seorang penyanyi bisa membunyikan suara yang keluar dikarenakan udara yang berasal dari paru-paru tidak menemui rintangan. Selain itu, macam vokal juga bergantung pada posisi bibir, tinggi rendah lidah, hingga maju dan mundurnya lidah dari seorang penyanyi. e. Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan Dalam membentuk bunyi konsonan, seorang penyanyi bisa melakukan asalkan peranan lidah sebagai sasaran titik artikulasi atau biasa disebut artikulator bisa diatur dengan baik. Hal tersebut dikarenakan bunyi konsonan pada dasarnya merupakan sebuah bunyi yang dikeluarkan oleh paru-paru dan mendapatkan suatu rintangan atau hambatan. 3. Teknik Resonansi Resonansi dalam aktivitas bernyanyi pada dasarnya adalah suatu gejala bunyi yang mengembalikan bunyi ke suatu ruangan lain. Hal ini bisa jadi menimbulkan semacam gema yang dikarenakan adanya pantulan suara yang berasal dari ruangan dengan dinding keras. Resonansi memiliki peran yang sangat penting untuk membuat pita suara menjadi lebih nyaring dan indah. Oleh karena itu, penguasaan resonansi yang baik dan benar akan menghasilkan teknik vokal dalam bernyanyi yang baik dan benar pula. Resonansi dapat dibentuk secara alami dan menghasilkan suara yang nyaring apabila dilakukan latihan dengan optimal. Hal ini dikarenakan suara yang yang berasal dari pita suara hanya memiliki ukuran 1,5 sampai 2 cm saja atau bisa dikatakan sangat lemah. Nah, ada empat rongga resonansi yang dimiliki pada tubuh manusia, di antaranya yaitu a. Resonan atas atau langit-langit keras nasal cavities, semua rongga yang terletak di atas mulut dan tenggorokan pada kepala manusia. b. Resonan tengah, rongga yang terletak pada mulut dan bagian belakang mulut atau biasa disebut faring. c. Resonan bawah dada. d. Resonan yang bentuknya tidak bisa diubah terletak pada rongga dahi, rongga tulang baji, rongga tulang saringan, rongga rahang. 4. Teknik Pernapasan Dalam bernyanyi, pernapasan menjadi salah satu teknik vokal yang berperan penting sehingga perlu untuk dilatih secara rutin dan berkelanjutan. Hal itu disebabkan karena seorang penyanyi akan lebih memerlukan banyak udara yang keluar dan masuk melalui paru-paru. Sebaliknya, apabila seorang penyanyi tidak melatih pernapasan secara rutin dan konsisten, maka akan sangat berakibat pada ketahanan daya tahan tubuh. Tentunya hal ini dapat menjadikan lagu yang dinyanyikan menjadi mudah terjeda atau terputus. Biasanya penyanyi yang kurang menguasai teknik pernapasan akan mudah tersengal-sengal ketika saat bernyanyi. Nah, berikut ini adalah 3 jenis teknik pernapasan yang perlu penyanyi kuasai dalam bernyanyi, di antaranya yaitu a. Pernapasan dada. Pernapasan dada dapat dilakukan dengan cara menghirup udara ke dalam paru-paru dan menempatkkannya pada bagian atas. Pernapasan dada bisa dikatakan juga sebagai napas pendek dan tidak cocok dipakai saat bernyanyi. Jenis pernapasan ini sering digunakan dalam menyanyikan lagu yang memiliki nada-nada rendah. Walaupun begitu, penyanyi yang menggunakan pernapasan dada akan lebih mudah kehabisan napas ketika bernyanyi. b. Pernafasan perut. Pernapasan perut merupakan pernapasan yang bisa menghasilkan suara menjadi lebih keras, namun, tidak cukup bagus apabila digunakan pada saat bernyanyi. Hal ini disebabkan karena pernapasan perut dilakukan dengan cara menghirup udara untuk kemudian dimasukkan dan ditahan dalam rongga perut hingga mengembang besar. Selain itu, teknik pernapasan jenis ini kurang efektif dikarenakan membuat paru-paru menjadi lebih sehingga udara yang masuk menjadi lebih cepat keluar dan mengakibatkan penyanyi mudah kehabisan napas. c. Pernapasan diafragma. Teknik pernapasan terbaik yang paling sering digunakan oleh penyanyi adalah pernapasan diafragma. Pada pernapasan diafragma, penyanyi mampu mendapatkan udara lebih banyak, sehingga membuat napas menjadi lebih panjang dan kontrol udara menjadi lebih mudah. Pada pernapasan diafragma, napas yang dikeluarkan dapat dikontrol dengan sadar oleh diafragma dan otot bagian kiri. Ketika diafragma menegang dan lurus, secara otomatis rongga perut dan rongga dada menjadi lebih longgar. Pada saat seperti itu, volume menjadi bertambah sehingga membuat tekanan berkurang dan udara bisa masuk ke paru-paru lebih banyak. 5. Teknik Pembawaan Teknik terakhir yang perlu dikuasai oleh seorang penyanyi adalah pembawaan. Pembawaan dalam bernyanyi merupakan bagian dari salah satu teknik yang harus dimiliki oleh penyanyi pada saat menyanyikan sebuah lagu. Walaupun memiliki teknik vokal yang baik dan benar, apabila seorang penyanyi tidak sesuai dalam membawakan lagu. Maka penyanyi menjadi tidak akan menarik dan bisa jadi kurang disukai oleh pendengar. Oleh karena itu, memiliki pembawaan yang benar dalam membawakan lagu menjadi penting karena bagian dari hubungan penyanyi dengan penikmat. Nah, beberapa tips yang dapat mempengaruhimu dalam menyajikan lagu untuk pendengar, di antaranya yakni a. Tema. b. Tempo. c. Dinamik. d. Ekspresi. e. Irama. f. Pesan. g. Gaya menyanyi. C. Contoh Penggunaan Teknik Vokal Dalam Bernyanyi Unisono Salah satu contoh penggunaan teknik vokal adalah bernyanyi unisono. Unisono dapat dipahami sebagai sebuah teknik bernyanyi dengan satu suara, misalnya seperti menyanyikan melodi pada suatu lagu. Secara sederhana, teknik bernyanyi unisono adalah ketika satu suara atau satu nada dapat dinyanyikan oleh banyak orang. Jika dalam suatu notasi lagu ditemukan “tanda unisono”, hal itu berarti semua suara dari para penyanyi akan melebur menjadi satu dan bernyanyi secara bersama-sama. Unisono sering digunakan dalam paduan suara, misalnya seperti adanya jenis tenor, alto, sopran, dan tentunya bas. Walaupun bernyanyi unisono sangat praktis untuk dilakukan, tetapi banyak orang menilai bahwa penyajian lagu dengan bentuk unisono kurang memberikan keindahan secara musikal. Hal itu bisa dilihat ketika ada sebuah lagu yang dibawakan merupakan lagu yang cukup dikenal, terkadang lagu itu pada dasarnya bisa disajikan tanpa sebuah latihan khusus atau persiapan. Namun, dalam menyanyikan unisono, para penyanyi dituntut untuk menguasai teknik bernyanyi dengan baik dan benar. D. Contoh Soal dan Jawaban Materi Teknik Vokal 1. Yang bukan termasuk macam-macam teknik vokal adalah… a. Teknik artikulasi b. Teknik resonansi c. Teknik intonasi d. Teknik birama Jawaban d. Teknik birama 2. Suatu cara yang dilakukan agar dapat bernyanyi dengan baik dan enak didengar, disebut… a. Teknik bernapas b. Teknik vokal c. Teknik keroncong d. Teknik Industri vokal Jawaban b. Teknik vokal 3. Bernyanyi secara berkelompok dan bersama-sama dalam satu suara disebut… a. Bernyanyi nasyid b. Bernyanyi akapela c. Paduan suara d. Bernyanyi unisono Jawaban d. Bernyanyi unisono 4. Yang merupakan ciri-ciri bernyanyi unisono adalah a. Dinyanyikan secara berkelompok b. Dinyanyikan dengan satu suara c. Jawaban a, b, dan c benar d. Dinyanyikan sendiri Jawaban c. Jawaban a, b, dan c benar 5. Yang bukan termasuk bernyanyi unisono adalah a. Unisono b. Vokal grup c. Nasyid d. Paduan suara Jawaban a. Unisono 6. Latihan mengucapkan kata-kata dengan baik dan jelas disebut a. Latihan intonasi b. Latihan pernapasan c. Latihan resonansi d. Latihan artikulasi Jawaban d. Latihan artikulasi 7. Latihan menyanyikan tinggi dan rendahnya nada dengan tepat pada latihan vokal disebut… a. Latihan resonansi b. Latihan pernapasan c. Latihan artikulasi d. Latihan intonasi Jawaban d. Latihan intonasi 8. Yang bukan termasuk macam-macam pernapasan pada manusia adalah a. Pernapasan perut b. Pernapasan dada c. Pernapasan dagu d. Pernapasan diafragma Jawaban c. Pernapasan dagu 9. Cara melatih latihan pernapasan diafragma dengan baik adalah dengan cara a. Tarik napas sedikit, kemudian keluarkan sebanyak-banyaknya b. Tarik napas sebanyak-banyaknya lewat mulut, kemudian keluarkan udara secara cepat c. Tarik napas sebanyak-banyaknya melalui hidung, tahan napas selama 10 detik, kemudian keluarkan napas perlahan dengan suara mendesis tipis sampai udara di dalam perut habis minimal 15 detik. d. Tarik napas sebanyak-banyaknya kemudian keluarkan dengan suara mendesis. Jawaban c. Tarik napas sebanyak-banyaknya melalui hidung, tahan napas selama 10 detik, kemudian keluarkan napas perlahan dengan suara mendesis tipis sampai udara di dalam perut habis minimal 15 detik. 10. Latihan yang membuat pita suara menjadi lebih nyaring dan indah pada teknik vokal disebut… a. Latihan artikulasi b. Latihan pernapasan c. Latihan resonansi d. Latihan intonasi. Jawaban c. Latihan resonansi Rekomendasi Buku & Artikel Terkait 11 Jenis-jenis Genre Musik dan Daftar Musisi Terkenalnya Lagu Persahabatan Terbaik Macam-macam Genre Film Ukuran Standar Foto Buku Seni Musik ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.” Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien 11+ Tips Menyanyi Lagu Nasyid Biasanya Menggunakan Bunyi Dari Alat Musik Terupdate. Di lingkungan kita banyak sekali. Unsur pokok musik meliputi bunyi,. Alat musik berdasarkan cara memainkan. Dilansir dari situs kementerian pendidikan dan kebudayaan kemdikbud, jenis alat musik yang dibedakan berdasarkan sumber bunyinya yaitu. Bentuk pola dan melodi lagu biasanya sangat sederhana sehingga mudah dikuasai oleh masyarakat setempat. Contoh alat musik ini adalah flute, terompet, harmonika,. Bunyi merupakan salah satu bentuk energi. Seorang pengguna telah bertanya 👇 alat musik yang menggunakan senar/dawai sebagai sumber bunyi di sebut ini jawaban terbaik 👇 jawaban yang benar diberikan Seorang pengguna telah bertanya 👇 alat musik yang menggunakan senar/dawai sebagai sumber bunyi di sebut ini jawaban terbaik 👇 jawaban yang benar diberikanBunyi Dalam Musik Berasal Dari Suara Manusia Yang Adalah Adalah Suara Yang Disusun Demikian dari 11+ Tips Menyanyi Lagu Nasyid Biasanya Menggunakan Bunyi Dari Alat Musik Terupdate. Menyanyi adalah salah satu aktivitas seni yang. Seni merupakan sebuah ilmu yang karyanya dapat dengan mudah dijumpai di. Dilansir dari situs kementerian pendidikan dan kebudayaan kemdikbud, jenis alat musik yang dibedakan berdasarkan sumber bunyinya yaitu. Musik Adalah Adalah Suara Yang Disusun Demikian Rupa. Kaedah nasyid merupakan salah satu kaedah daripada pelbagai kaedah pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat pelajar menerusi aktiviti bernasyid. Masyarakat khususnya remaja pada masa kini minat kepada hiburan berbentuk lagu dan nyanyian. Nasyid mampu menjadi alternatif kepada nyanyian yang melalaikan untuk membawa mereka kepada tuhan. Justeru, kertas konsep ini akan membahaskan tentang nasyid sebagai medium pendidikan dan dakwah, kaedah nasyid sebagai kaedah pengajaran dan pembelajaran, keberkesanan kaedah nasyid dan pelaksanaannya dalam pengajaran dan pembelajaran. Akhirnya, akan didedahkan beberapa nama nasyid dan kumpulan nasyid yang sesuai berdasarkan topik pengajaran Pendidikan Islam. Aspek kreativiti yang dituntut dalam pendidikan abad ke-21 dapat dipamerkan melalui penggunaaan kaedah nasyid dalam pengajaran dan pembelajaran. Kaedah nasyid mampu membantu pelajar menghafaz fakta dan isi penting, mengukuhkan daya ingatan, menarik minat, membina keseronokan, meningkatkan motivasi dan penumpuan serta meningkatkan keyakinan para pelajar. Ia akan melahirkan pelajar yang seimbang dari aspek intelek, rohani, emosi, jasmani dan sosial selaras dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan. Pelaksanaan kaedah nasyid dapat dilaksanakan semasa set induksi, aktiviti pengajaran utama, penutup atau aktiviti pengayaan. Selain itu, nasyid interaktif berbentuk karaoke merupakan inovasi dalam pelaksanaan kaedah nasyid. Namun begitu, pemilihan nasyid yang sesuai perlu dititik beratkan agar objektif pengajaran tercapai. Tajuk-tajuk nasyid yang dipaparkan dalam artikel ini mampu membantu guru-guru dalam melaksanakan kaedah nasyid. Oleh itu, para guru Pendidikan Islam seharusnya memandang kaedah ini sebagai salah satu kaedah yang penting dan mengaplikasikannya dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM MELALUI KAEDAH NASYID Abdul Halim Mohamad1, Harun Baharudin2, Ahmad Farhan Jusoh3, Mohd Zulkifli Muda4 1Majlis Amanah Rakyat 2Fakulti Pendidikan, Universiti Kebangsaan Malaysia, 43600 Bangi,Selangor abdulhalim ABSTRAK Kaedah nasyid merupakan salah satu kaedah daripada pelbagai kaedah pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat pelajar menerusi aktiviti bernasyid. Masyarakat khususnya remaja pada masa kini minat kepada hiburan berbentuk lagu dan nyanyian. Nasyid mampu menjadi alternatif kepada nyanyian yang melalaikan untuk membawa mereka kepada tuhan. Justeru, kertas konsep ini akan membahaskan tentang nasyid sebagai medium pendidikan dan dakwah, kaedah nasyid sebagai kaedah pengajaran dan pembelajaran, keberkesanan kaedah nasyid dan pelaksanaannya dalam pengajaran dan pembelajaran. Akhirnya, akan didedahkan beberapa nama nasyid dan kumpulan nasyid yang sesuai berdasarkan topik pengajaran Pendidikan Islam. Aspek kreativiti yang dituntut dalam pendidikan abad ke-21 dapat dipamerkan melalui penggunaaan kaedah nasyid dalam pengajaran dan pembelajaran. Kaedah nasyid mampu membantu pelajar menghafaz fakta dan isi penting, mengukuhkan daya ingatan, menarik minat, membina keseronokan, meningkatkan motivasi dan penumpuan serta meningkatkan keyakinan para pelajar. Ia akan melahirkan pelajar yang seimbang dari aspek intelek, rohani, emosi, jasmani dan sosial selaras dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan. Pelaksanaan kaedah nasyid dapat dilaksanakan semasa set induksi, aktiviti pengajaran utama, penutup atau aktiviti pengayaan. Selain itu, nasyid interaktif berbentuk karaoke merupakan inovasi dalam pelaksanaan kaedah nasyid. Namun begitu, pemilihan nasyid yang sesuai perlu dititik beratkan agar objektif pengajaran tercapai. Tajuk-tajuk nasyid yang dipaparkan dalam artikel ini mampu membantu guru-guru dalam melaksanakan kaedah nasyid. Oleh itu, para guru Pendidikan Islam seharusnya memandang kaedah ini sebagai salah satu kaedah yang penting dan mengaplikasikannya dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kata Kunci medium pendidikan dan dakwah, kreativiti, nasyid interaktif. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 PENGENALAN Kaedah nasyid merupakan salah satu kaedah daripada pelbagai kaedah pengajaran dan pembelajaran. Melalui kaedah nasyid, para pelajar menjalankan kegiatan yang bertujuan untuk menarik minat mereka menerusi aktiviti bernasyid. Ia merupakan pembelajaran berbentuk hiburan yang selari dengan jiwa remaja para pelajar. Istilah-istilah pendidikan Islam yang digunakan dalam lirik nasyid mungkin mudah dicapai dengan nyanyian atau nasyid secara lisan atau menggunakan alatan audio Muhammad Said, 1998. Dengan ini dapat lah guru menyampaikan maklumat kepada pelajar dengan lebih mudah dan menarik. Nasyid merupakan salah satu cara melatih pelajar mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dalam bentuk lagu. Kaedah ini juga dapat menghindarkan pelajar daripada bosan, melatih pelajar agar berinteraksi antara satu sama lain untuk menjayakan aktiviti bernasyid serta guru juga dapat mengenalpasti kelebihan dan kemampuan para pelajar tersebut. Para pelajar memperoleh pembelajaran paling berkesan sekiranya mereka mempelajari sesuatu tajuk sesuai dengan minat, tujuan dan faedah yang bakal didapati. Para guru dilatih dengan pelbagai kaedah dalam pengajaran dan pembelajaran, namun sebahagian mereka tidak menggunakan kepelbagaian kaedah dalam pengajaran. Berdasarkan kajian oleh Hairun Najuwah dan Siti Nurhajariah 2014, dapatan menunjukkan tenaga pengajar kurang melaksanakan aktiviti yang menyeronokkan seperti nyanyian semasa aktiviti pengajaran dan pembelajaran dijalankan. Justeru, kertas konsep ini memaparkan kepentingan nasyid khususnya kepada remaja masa kini dan bagaimana kaedah nasyid bertindak sebagai kaedah pengajaran dan pembelajaran. Kemudian, kajian ini mendedahkan keberkesanan kaedah nasyid dan pelaksanaannya dalam pengajaran dan pembelajaran. Selain itu, beberapa nama nasyid dan kumpulan nasyid yang sesuai dicadangkan berdasarkan topik pengajaran Pendidikan Islam. NASYID MEDIUM PENDIDIKAN DAN DAKWAH Para pelajar yang terdiri daripada golongan remaja cenderung kepada nasyid atau nyanyian yang sedap didengar dan didendangkan dengan suara yang baik. Menurut Mohamad Kamil dan Muhammed 2008, seni muzik mendapat sambutan yang menggalakkan daripada khalayak ramai terutamanya golongan remaja. Melalui nyanyian, mereka terasa terhibur dan dapat menenangkan fikiran mereka Suhana Udin, 2012. Ini disokong Zainuddin et al. 2014 yang menyatakan The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 bahawa fitrah manusia minat kepada hiburan yang berbentuk muzik. Tambahan pula, remaja merupakan golongan yang sedang membina identiti diri dan suka mencuba perkara-perkara baru. Umat Islam tidak boleh dipisahkan dengan kesenian berbentuk alunan bunyi melalui pendengaran. Menurut al-Qaradhawi 1996 kehidupan seharian umat Islam sentiasa berhubung kait dengan kesenian melalui pendengaran dan penghayatan. Antara contoh alunan yang terdapat dalam kesenian Islam adalah bacaan ayat-ayat suci al-Quran dan laungan azan yang merupakan ibadah warisan semenjak zaman kenabian. Selain itu, terdapat doa-doa dan wirid-wirid bebentuk zikir munajat yang menggetarkan hati dan perasaan para pendengar. Tidak dapat dinafikan remaja pada hari ini sangat gemar kepada hiburan. Berhibur tidak salah selagi tidak terkeluar dari batasan yang telah digariskan oleh agama. Ahmad Sharifuddin dan Mohd Zain 2006 menyatakan memang sifat semula jadi manusia gemar kepada muzik. Hiburan diperlukan oleh setiap manusia sebagai santapan jiwa. Begitu juga, Islam tidak menghalang umatnya untuk mengadaptasi sesuatu sama ada ia berasal dari barat mahupun timur, asalkan ia menepati kriteria-kriteria yang digariskan dan sesuai dengan adat setempat yang tidak bercanggah dengan syarak Mohamad Kamil dan Muhammed, 2008. Antara hiburan yang digemari oleh remaja adalah muzik dan nyanyian. Walau bagaimanapun, remaja perlu dibimbing supaya tidak dirosakkan dengan hiburan yang keterlaluan. Ini kerana hiburan yang tidak dikawal akan memberi kesan buruk kepada remaja seperti mana Ismaniza 2011 telah memetik dari Abd Ghafar Hj. Don 1997, menyatakan bahawa hiburan yang keterlaluan boleh memberi kesan negatif terhadap pembinaan sahsiah dan pembentukan minda terutamanya kanak-kanak dan remaja. Nasyid boleh bertindak sebagai medium dakwah. Menurut Ahmad Sharifuddin dan Mohd Zain 2006, salah satu medium yang paling popular dalam memenuhi tuntutan dakwah adalah melalui muzik dan nyanyian. Nasyid adalah satu-satunya seni muzik Islam Mohamad Kamil & Muhammed, 2008. Apabila remaja pada hari ini ingin menceburkan diri ke medan masyarakat, mereka mempunyai alternatif dalam memilih alunan nasyid yang sesuai dengan kehendak masyarakat. Justeru, nasyid wajar diterapkan kepada remaja agar mereka mampu menjadi pendakwah dalam pelbagai bidang kerjaya pada masa hadapan. Nasyid boleh dikategorikan sebagai nyanyian yang boleh mengawal seseorang dengan membawa pendengar kepada mengingati tuhan. Sebagaimana telah dinyatakan oleh Mohamad Kamil dan Muhammed 2008, jika dilihat kepada senario seni muzik hari ini, sebilangan The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 masyarakat Islam di Malaysia khususnya, telah menganggap bahawa nasyid adalah satu-satunya seni muzik Islam, manakala yang lain tidak Islamik. Nasyid boleh dijadikan sebagai altenatif kepada masyarakat Islam yang memintai hiburan terutama di kalangan remaja. Berdasarkan pandangan ulama yang mengharuskan seni muzik secara bersyarat, umat Islam mempunyai ruang yang cukup besar untuk memanfaatkan seni muzik. Ini kerana bukan sahaja sekadar berhibur malah untuk tujuan-tujuan lain seperti mengeratkan hubungan dengan pencipta, menyampaikan mesej bercorak kemanusian, nasihat, jati diri, ketuhanan, ketamadunan, patriotisme, kebangsaan , kekeluargaan, isu semasa dan sebagainya. Antara kebaikan nasyid bagi seseorang ialah dapat memberi ketenangan dan kerehatan pada diri seseorang. Ketenangan dan kerehatan perlu untuk mendapat keselesaan dalam beribadat kepada Allah. Menurut Md Hashim, Md. Afandi dan Tuan Anuar 1999 seni boleh memberikan kegembiraan dan hiburan kepada manusia dan hiburan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ibadat dan melaksanakan kewajipan dengan syarat ianya dilaksanakan sekadarnya mengikut lunas-lunas yang ditentukan Islam. Di antara hiburan yang dapat menghiburkan jiwa dan menenangkan hati serta mengenakkan telinga ialah nyanyian Nurul Huda, 2004. Jiwa yang kepenatan akan sedikit sebanyak akan mengganggu ibadat yang ingin dilakukan. Nyanyian, nasyid atau syair boleh juga diertikan sebagai muzik, selain daripada menjadi hiburan, ia juga digunakan dalam pelbagai bidang seperti bidang dakwah, pendidikan atau pun sufi. Muzik sufi yang terdapat di Mesir, Iraq dan Turki dapat mengingatkan kita kepada Allah. Lagu sufi telah menarik jutaan manusia termasuk bukan Islam. Hati yang gersang terusik melalui dakwah yang disampaikan melalui muzik sufi. Dalam bidang dakwah dapat dilihat seperti mana dilakukan oleh Sunan Kalijaga di Indonesia, satu daripada wali sembilan dan paling terkenal cintanya kepada muzik dan budaya. Rakyat menerima kedatangan mereka dengan senang menyebabkan Islam mula tersebar di Nusantara. Kebijaksanaan Wali Songo dalam memanfaatkan hiburan kesenian rakyat untuk berdakwah boleh dijadikan contoh Ahmad Sharifuddin & Mohd Zain, 2006. Melihat kepada hiburan yang ada pada hari ini, kebanyakannya telah membawa para remaja hari ini terjebak ke dalam gejala yang tidak sihat dengan hiburan yang melalaikan. Jika diperhatikan seni muzik hari ini, sudah pasti banyak perkara yang perlu diperbaiki. Untuk tujuan ini, kita tidak semestinya mencipta atau mewujudkan satu seni muzik baharu. Akan tetapi kita The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 seharusnya mengislamisasikan seni muzik yang dikatakan bercanggah dengan syariat agar selaras dengan tuntutan syarak Mohamad Kamil & Muhammed, 2008. Bagi merealisasikan apa yang dinyatakan supaya seni muzik dapat diperbaiki, penulis melihat bukan sahaja seni muzik tersebut boleh diislamisasi tetapi ia juga boleh digunakan untuk tujuan lain seperti pendidikan. Walaupun begitu seni muzik harus disesuaikan mengikut keadaan seperti bagi subjek bukan pendidikan Islam kaedah nyanyian boleh digunakan manakala nasyid digunakan bagi subjek pengajian Islam. KAEDAH NASYID SEBAGAI KAEDAH PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN Pembelajaran pada abad ke-21 bukan lagi tertumpu kepada kemahiran mengajar semata-mata tetapi memerlukan kepada kreativiti guru dalam ketika sesi pengajaran dan pembelajaran berlaku. Menurut Mohd Ali Muda 1994, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan menuntut dan menggesa para pendidik membuat perubahan di mana salah satu elemen penting dalam perubahan ialah kreativiti. Seorang pendidik yang hebat bukanlah diukur berdasarkan kemahiran mengajarnya semata-mata, tetapi juga kreativiti yang ditonjolkan dalam setiap pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan Siti Salwa & Muhammad Zahiri, 2014; Siti Salwa & Azlina, 2014. Kepelbagaian cara mengajar dan guru yang kreatif akan dapat menghidupkan kelas menjadi pembelajaran lebih seronok seterusnya menjadikan pelajar bermotivasi untuk mengikuti kelas yang diajar oleh guru. Pendidikan sekarang lebih mementingkan suasana pembelajaran yang menyeronokkan dan bermakna yang menuntut guru untuk menjadi seorang individu yang kreatif dan inovatif Yong & Biramiah, 1996. Nor Farhanah 2011 menyatakan seorang guru yang kreatif akan bertindak sebagai pemberi motivasi dalam pembelajaran bagi para pelajar. Pada biasanya maklumat yang boleh menimbulkan emosi dan seronok akan lebih mudah menarik perhatian daripada maklumat yang tidak menyeronokkan Abdul Fatah, 1990; Othman dan Ali, 2012. Nyanyian atau nasyid dilihat sebagai agen untuk membangkitkan emosi serta meningkatkan keseronokan seseorang. Pendapat ini selari dengan Savin 2001 dan Rahman dan Rahman 2013 yang menyatakan, penggunaan lagu yang dikenali umum dalam pengajaran di bilik darjah memberikan satu pengalaman pembelajaran yang menyeronokkan. Hal ini disebabkan nyanyian atau lagu merupakan satu kebiasaan manusia dalam kehidupan seseorang baik ketika gembira atau berduka yang boleh diterapkan ke dalam bilik The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 darjah. Mok Soon Sang dan Lee Shok Mee 1989 menyatakan, menyanyi adalah aktiviti yang berlaku dalam kehidupan kita yang sebenar. Aktiviti ini boleh di bawa ke bilik darjah sebagai satu kegiatan lisan yang menarik, di samping menjadikan nyanyian sebagai medium terbaik dalam mengukuhkan ingatan pelajar. Begitu juga dengan Noraini 2003, Nur Farhanah 2011, Rosli dan Omar 2013 berpendapat, penggunaan iringan irama lagu dengan rentak tertentu dalam pengajaran dapat menguatkan lagi daya ingatan, kerana disamping mengurangkan kebosanan, ia dapat mempertingkatkan minat dan mendorong penumpuan kepada pembelajaran. Nasyid atau kaedah nasyid sesuai digunakan dalm pendidikan Islam kerana nasyid dilihat lebih Islamik daripada nyanyian. Pemikiran tersebut sudah sebati di kalangan umat Islam di Malaysia seperti mana dinyatakan oleh Mohamad Kamil dan Muhammed 2008, jika dilihat kepada senario seni muzik hari ini, sebilangan masyarakat Islam di Malaysia khususnya, telah menganggap bahawa nasyid adalah satu-satunya seni muzik Islam, manakala yang lain tidak Islamik. Walau bagaimana pun, nyanyian juga boleh digunakan sekiranya sesuai dengan keadaan seperti lagu yang tidak keterlaluan dan menjaga batas-batas yang digariskan oleh Islam dalam hiburan. Kebiasaannya pelajar akan mengalami kesukaran untuk menghafaz fakta-fakta, atau mengingati bacaan seperti bacaan doa dan bacaan dalam solat, perkara yang melibatkan rukun atau syarat dan sebagainya. Perkara ini disebabkan muzik penting dalam pendidikan kerana kerana sumbangannya kepada kognitif membolehkan seseorang pelajar melahirkan perasaannya Eisner, 2003. Hermann, 1991 menjelaskan, integrasi muzik dengan mata pelajaran lain akan melengkapkan perkembangan otak kiri dan otak kanan. Jika seseorang pelajar itu mengintegrasikan kedua fungsi otak dengan cara yang harmoni, belajar akan menjadi seronok, daya pemusatan akan bertambah, daya ingatan akan bertambah kuat, pergambaran imaginasi akan bertambah baik untuk menyelesaikan masalah, dan pemikiran akan menjadi lebih efektif Abdul Fatah, 1990. Nyanyian itu sendiri memerlukan penyebutan bunyi dengan jelas dan betul, mengikut rentak irama serta disampaikan mengikut tekanan, intonasi dan nada tertentu. Guru boleh menyediakan seni kata lagu mengikut isi dan bahan pelajaran yang dipilih Suhana, 2012. Dari aspek intelek pula pelajar harus mengingati lirik lagu dan seterusnya memahami lirik tersebut Hisyamuddin, dan Amir Hamzah, 2012. Di samping itu juga, menggunakan kaedah nasyid dalam pendidikan Islam juga dapat mengukuhkan kemahiran pelajar dan membina sahsiah pelajar. Mohd Soffwan 1998 menyatakan The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 dalam konteks mengukuhkan kemahiran pelajar, menyanyi merupakan satu kegiatan yang dapat membantu guru mencapai matlamat tersebut. Begitu juga sahsiah pelajar, melalui muzik dan nyayian juga dapat membantu dalam memperkembangkan kemahiran sosial mereka Hisyamuddin & Amir Hamzah, 2012. Ini akan menjadikan pengajaran pendidikan Islam mencapai matlamat yang dikehendaki seterusnya menjadikan pelajar tersebut tinggi sahsiahnya dalam kemahiran sosial mereka. Salah satu daripada lapan konsep utama dalam pembelajaran pantas ialah pembelajaran yang menyeronokkan mengunakan aktiviti berorientasikan warna, nasyid, permainan bahasa Hairun Najuwah & Siti Nurhajariah, 2014. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pelajar lebih cenderung untuk menghafaz bacaan apabila mengalunkan nasyid yang diiringi oleh muzik serta melodi Muhamad Zahiri, Noraini & Safira, 2016. Kesimpulannya, dunia yang mencabar sekarang perlu kepada kepelbagaian untuk menarik minat pelajar kepada pembelajaran. Keseronokan pembelajaran dengan menggunakan kaedah nasyid di samping mampu menarik minat pelajar kepada pembelajaran, ia juga dapat membantu pelajar menghafaz fakta-fakta dalam pembelajaran dengan mudah dan berkesan. Kesan daripada pembelajaran yang berkesan akan dapat membantu pelajar membina jati diri mereka memperkembangkan kemahiran sosial dan potensi diri pelajar tersebut. KEBERKESANAN KAEDAH NASYID Di dalam topik-topik Pendidikan Islam, terdapat fakta dan isi penting yang memerlukan kepada ingatan para pelajar. Salah satu cara yang berkesan untuk mengingati fakta dan isi penting tersebut adalah melalui kaedah nasyid. Fakta dan isi penting tersebut diletakkan dalam lirik-lirik nasyid yang dilagukan melalui melodi tertentu. Ini selaras dengan pandangan Mok Soon Sang dan Lee Shok Mee 1989 yang menyatakan nyanyian merupakan salah satu medium terbaik dalam mengukuhkan ingatan pelajar. Penggunaan lagu sebagai kaedah untuk menyampaikan fakta adalah pendekatan yang efektif Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah, 2012. Menurut Noraini 2003 pula, iringan irama lagu dengan rentak tertentu menguatkan lagi daya ingatan seseorang pelajar. Menurut kajian Nur Farhanah 2011 membuktikan bahawa penggunaan kaedah nyanyian berjaya membantu pelajar mengingat proses Kitaran Air’. Ini disokong lagi oleh Muhamad Zahiri et al. 2016 yang menyatakan bahawa iringan irama lagu nasyid mampu menguatkan daya ingatan, selain melancarkan bacaan pelajar. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Kaedah nasyid dapat membantu kemahiran menghafaz para pelajar. Alunan melodi nasyid memudahkan pelajar melakukan proses menghafaz. Dalam kajian Goh 2011 membuktikan bahawa kaedah nyanyian berkesan dalam menghafal lirik lagu dengan lancar dan membantu pelajar Tahun Tiga menguasai sifir darab 6 hingga 8. Menurut kajian Suhana Udin 2012 pula menunjukkan tentang keberkesanan gabungan kaedah ilustrasi kartun, pergerakan dan nyanyian yang digunakan dalam membantu dan menambah baik amalan pengajaran kemahiran mengingat. Nyanyian menjadi salah satu pemudahcara dalam menghafaz sesuatu topik yang bersesuaian Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah, 2012. Ini disokong oleh kajian Muhamad Zahiri et al. 2016 yang menunjukan bahawa kaedah nasyid mampu membantu pelajar untuk membaca serta menghafaz bacaan tahiyyat dalam solat dengan baik dan lancar. Kaedah nasyid juga membantu kemahiran membaca para pelajar. Para pelajar mudah menyebut sesuatu perkataan apabila ia dialunkan dalam lirik-lirik nasyid bermelodi. Kajian Mohamad Lutfi 2011 menyatakan bahawa keberkesanan penggunaan kaedah nyanyian dalam pembelajaran meningkatkan kemahiran membaca perkataan. Dapatan kajian oleh Siti Suaini dan Mohamed 2012 menunjukkan bahawa teknik nyanyian dapat membantu guru terutamanya guru pendidikan khas untuk meningkatkan kelancaran membaca perkataan dua suku kata bagi pelajar Slow Learner. Hasil Kajian Umi Kalsum dan Mohamed 2012 pula membuktikan bahawa Terapi Permainan Kerusi Muzik dapat membantu pelajar mengecam dan menyebut suku kata. Hasil dapatan kajian Md. Nasir dan Ain Hazwani 2014 pula menunjukkan bahawa kaedah belajar sambil bermain melalui aktiviti nyanyian berupaya meningkatkan kemahiran membaca lisan pelajar bermasalah pembelajaran. Ini selari dengan kajian Siti Jamaiyah & Ramlah 2014 yang menunjukkan penggunaan komputer dan nyanyian dapat meningkatkan tahap kemahiran membaca di kalangan pelajar. Selain itu, kaedah nasyid dapat memupuk minat, keseronokan dan penumpuan para pelajar dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Ini akan membawa kepada penguasaan topik pengajaran yang dipelajari. Menurut Noraini 2003, iringan lagu dapat mempertingkatkan minat, mengurangkan kebosanan dan mendorong penumpuan para pelajar. Ini selari dengan kajian Mohamad Lutfi 2011 yang menunjukkan bahawa pelajar berminat dan dapat memberi tumpuan terhadap kaedah nyanyian dalam proses pengajaran dan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Nyanyian memberi suntikan motivasi dan memberi keseronokan kepada para pelajar Suhana Udin, 2012. Dalam kajian Md. Nasir & Ain Hazwani 2014 pula mendapati bahawa The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 pelajar menunjukkan minat dan reaksi yang positif terhadap kaedah belajar sambil bermain melalui aktiviti nyanyian yang dilaksanakan oleh guru. Kaedah nasyid bukan sahaja memudahkan pelajar menghafaz dan menyebut semula dengan lancar, malahan turut mampu menarik minat para pelajar Muhamad Zahiri et al., 2016. Tambahan pula, pelajar akan menjadi lebih seronok untuk menghafaz kerana mereka bersama-sama mengalunkan lagu nasyid tersebut. Kaedah nasyid juga dapat meningkatkan keyakinan para pelajar dan mengatasi masalah salah faham mereka. Mereka akan lebih yakin dalam menyatakan jawapan terhadap persoalan yang berkisar dengan tajuk yang dipelajari. Ini bertepatan dengan pandangan Mok Song Sang 2010 yang menyatakan muzik adalah terapi. Ia boleh mengatasi masalah kurang yakin terhadap ilmu yang diperolehi. Para pelajar dapat menjawab dengan lebih berkeyakinan dan dalam masa yang lebih singkat setelah melalui kaedah nyayian dalam proses pengajaran dan pembelajaran Tan Jun Ming & Chin Chee Keong, 2012. Kajian Hisyamuddin Abdul dan Amir Hamzah 2012 membuktikan bahawa miskonsepsi atau salah faham boleh diatasi dengan menggunakan kaedah nyanyian. Apabila para pelajar mengalunkan nasyid, mereka dapat membina keyakinan melalui ekspresi emosi terhadap lirik nasyid. Ini seterusnya mengatasi masalah salah faham terhadap isi kandungan pelajaran. Pelajar yang seimbang dapat dilahirkan melalui kaedah nasyid. Pelajar akan mengikuti langkah-langkah yang membawa kepada proses perkembangan intelek, rohani, emosi, jasmani dan sosial Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah, 2012. Dari aspek intelek, pelajar dilatih dengan mengingati lirik dan memahami lirik nasyid berkenaan. Dari aspek rohani, pelajar akan mendapat manfaat daripada lirik nasyid yang berbentuk ketuhanan. Dari aspek emosi, para pelajar didedahkan dengan penghayatan terhadap lirik. Dari aspek jasmani, pelajar mengalunkan nasyid sambil melakukan gaya dan pergerakan berdasarkan lirik yang dialunkan. Dari aspek sosial, para pelajar dapat memperolehinya melalui nyanyian secara berasama-sama. Keberkesanan kaedah nasyid dalam pengajaran dan pembelajaran memberi ruang kepada para guru untuk memilih kaedah ini dalam sesi pengajaran mereka. Kaedah ini dipilih kerana mempunyai kelebihan dari sudut pengukuhan daya ingatan dan keseronokan pembelajaran pelajar. Kaedah yang mempunyai ciri-ciri keseimbangan individu pelajar sememangnya menjadi tuntutan selaras dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan. Justeru, bagi melicinkan pengajaran, para guru perlu didedahkan dengan cara pelaksanaan kaedah ini agar proses pengajaran dan pembelajaran berjalan dengan lancar. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 PELAKSANAAN KAEDAH NASYID Kaedah Nasyid boleh diaplikasikan dengan beberapa cara dalam pembelajaran dan pengajaran pendidikan Islam khususnya bagi para pelajar yang meminati muzik. Penerimaan pelajar terhadap muzik dapat dijadikan syarat untuk memastikan nyanyian berbentuk nasyid ini berkesan Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah, 2012. Namun begitu, pelajar yang kurang meminati muzik juga perlu dilibatkan dalam aktiviti yang dijalankan agar minat mereka dapat dipupuk. Kaedah Nasyid boleh dijadikan set induksi, aktiviti dalam langkah pengajaran, penutup pengajaran dan aktiviti pengayaan. Perancangan untuk meletakkan nasyid dalam aspek-aspek tersebut berdasarkan objektif pengajaran dan kesesuaian topik pengajaran. Tujuan pelaksanaan kaedah ini adalah membantu pelajar dalam menggabungjalinkan maklumat baru dengan maklumat yang lama secara bersepadu di dalam fikiran mereka melalui aplikasi aktiviti nasyid Hairun Najuwah & Siti Nurhajariah, 2014. Nasyid boleh dijadikan set induksi Norhaslina et al., 2014 dengan memulakan pengajaran dengan memperdengarkan alunan lirik nasyid terpilih berdasarkan topik yang hendak diajar. Guru boleh menggunakan alat bantu belajar seperti laptop dan pembesar suara untuk memasang alunan lagu tanpa lirik. Di samping itu guru juga boleh menggunakan komputer dan LCD untuk menayangkan lirik nasyid tersebut. Kemudian, guru meminta pelajar mengalunkan nasyid secara bersama-sama sambil menghayati lirik nasyid yang dialunkan. Menurut Hisyamuddin Abdul dan Amir Hamzah 2012, aktiviti nasyid dilakukan bersama-sama rakan menambahkan lagi semangat pelajar. Selain itu, nasyid juga boleh dijadikan aktiviti dalam langkah pengajaran. Antara aktiviti yang boleh dibuat adalah dengan cara meminta pelajar meneliti dan menganalisis lirik nasyid yang diberikan dan mengaitkan lirik tersebut dengan kandungan pembelajaran yang terdiri daripada topik, subtopik-subtopik dan isi-isi penting. Hasil analisis ini akan menambahkan penghayatan para pelajar semasa mangalunkan nasyid tersebut. Antara aktiviti lain ialah dengan cara meminta pelajar mencipta lirik nasyid sendiri berdasarkan isi-isi penting kandungan pembelajaran dalam sesuatu topik pembelajaran. Ini selari dengan pandangan Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah 2012 yang berpandangan bahawa mencipta lirik lagu berdasarkan kreativiti pelajar merupakan satu transformasi dalam kaedah pembelajaran dan pengajaran. Nasyid juga boleh menjadi penutup pengajaran bagi mengukuhkan kefahaman pelajar terhadap topik yang dipelajari. Ia juga dapat menguatkan ingatan pelajar terhadap topik sekiranya The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 lirik-lirik nasyid tersebut mempunyai kaitan dengan isi kandungan pelajaran. Ini menyebabkan para palajar juga bertambah semangat dalam mengulangkaji pelajaran tersebut. Oleh itu, meletakkan nasyid di akhir pengajaran mampu memberi kesan kepada sikap pelajar terhadap mata pelajaran selepas tamat sesi pengajaran. Nasyid juga boleh dijadikan aktiviti pengayaan dengan meminta pelajar mencari tajuk-tajuk nasyid yang berkaitan dengan topik. Guru kemudian meminta pelajar membawa salah satu lirik nasyid berkaitan pada masa subjek akan datang. Penggunaan melodi lagu yang biasa didengar oleh pelajar memudahkan lagi mereka mengingati lagu tersebut Muhamad Zahiri et al., 2016 seterusnya membantu untuk mengingati kandungan pengajaran. Lirik-lirik nasyid dikongsi dengan rakan-rakan yang lain. Selain itu, pelajar boleh ditugaskan mencipta lirik nasyid berkaitan topik sebagai kerja rumah. Tambahan pula, pengubahsuaian kaedah boleh dilakukan dengan menggunakan alatan muzik yang ringkas dan senang digunakan Hisyamuddin Abdul & Amir Hamzah, 2012. Justeru, pelajar boleh diberi peluang membawa alatan nasyid untuk mengembangkan kemahiran psikomotor mereka. Antara inovasi dalam pelaksanaan kaedah nasyid adalah dengan mengadakan nasyid interaktif seperti karaoke nasyid. Jiwa remaja yang gemar kepada hiburan membawa kepada aktiviti berkaraoke. Bagi mengatasi masalah kerosakan akhlak disebabkan oleh lagu-lagu yang membawa kepada kelalaian, maka karaoke nasyid perlu diwujudkan. Karaoke nasyid bukan sahaja akan mehidangkan keseronokan kepada para pelajar, bahkan membawa mereka mendekati tuhan seterusnya mengelakkan mereka terjebak dengan gejala sosial. KAEDAH NASYID DALAM TOPIK PENDIDIKAN ISLAM Aplikasi kaedah nasyid dalam pengajaran pendidikan Islam adalah dengan cara guru memperdengarkan nasyid melalui alatan audio atau meminta pelajar untuk mencipta sendiri lagu mereka. Guru perlu memilih sebarang tajuk yang sesuai untuk menjalankan aktiviti berkenaan. Tajuk-tajuk tertentu sesuai dijalankan dalam bentuk nasyid kerana bukan sahaja menjadikan pembelajaran tersebut lebih menarik bahkan dapat meningkatkan daya ingatan pelajar kerana lebih mudah untuk mengingati pelajaran jika dilakukan dalam bentuk nasyid. Di dalam tajuk-tajuk ayat kefahaman, pelajar mesti memahami dan menghafal fakta-fakta yang berbentuk tafsiran ayat seperti kelebihan al-Quran, sifat dan tugas-tugas malaikat, ciri-ciri orang-orang yang sabar, kepentingan doa dan beberapa tajuk yang lain lagi. Isi-isi ayat kefahaman The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 juga merupakan satu elemen yang penting dalam memehami ayat kefahaman. Justeru, kaedah nasyid yang mempunyai alunan yang menarik dapat membantu pelajar bagi memudahkan mereka mengingati fakta-fakta tersebut. Tajuk-tajuk nasyid yang sesuai dalam bahagian Ayat Kefahaman adalah seperti berikut Al-Quran Menjana Kecemerlangan Hidup Mencontohi Kepatuhan Malaikat Berbudi dan berbakti Cara Hidup Mukmin Sabar Menghadapi Ujian Allah Makanan yang Halal dan yang Haram Menurut Islam Kepentingan Doa dalam Hidup Mukmin Keagungan dan Kekuasaan Allah Berpegang Teguh dengan Agama Allah Hidayat Sumber Kebahagian Di Mana Ketenangan dan Kebahagian Menginsafi Kekuasaan Allah Perpaduan Asas Kesejahteraan Dakwah Tanggungjawab Bersama Segera Bertaubat dan Beristighfar Mencontohi Dakwah Rasulullah Memohon Keampunan dan Rahmat Allah Meyakini Hari Kebangkitan Memanfaatkan Anugerah Allah Mengingati Allah Menenangkan Hati Menunaikan Kewajipan Solat Jumaat Manakala bahagian akidah pula, pelajar-pelajar didedahkan dengan fakta-fakta yang merangkumi sifat-sifat Allah, rukun iman, mengenal Allah, sifat-sifat malaikat, kematian, siksa neraka dan keindahan syurga dan beberapa tajuk lain lagi. Fakta-fakta dalam konteks tersebut The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 meliputi maksud dari segi bahasa dan istilah, bilangan, lafaz dan sebagainya lagi. Tajuk-tajuk nasyid yang sesuai dalam bahagian Akidah adalah seperti berikut Rukun Iman Teras Akidah Islam Alangkah Indahnya Hidup Ini Beriman Kepada Asmaul Husna Kesan Beriman Kepada Allah Beriman dengan Kitab-kitab Suci Beriman kepada Hari Akhirat Rindu Akhirat Pergi Tak Kembali Kematian dan Alam Barzakh Satu Kepastian Selimut Putih Menanti Di Alam Barzakh Hari Kiamat Satu Kebenaran Pahala Pendorong Amalan Kebaikan Debu-debu Dosa Hanya Tuhan Yang Tahu Al-Hisab Perhintungan yang Adil Persediaan Menghadapi Hari Akhirat Beriman kepada Qadak dan Qadar The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Dalam bahagian ibadah, terdapat berbagai istilah yang memerlukan pelajar ingat. Comtohnya maksud wuduk, solat, solat jumaat, puasa, zakat fitrah dan lain-lain. solat merangkumi solat jumaat, Aidilfitri dan Aidiladha dan Tahajjud. Fakta-fakta tersebut memerlukan pelajar menghafal dan mengingat istilah-istilah penting. Jika ianya dihafal dengan menggunakan lagu dan irama yang sedap didengar, maka menjadikan proses menghafal seronok dan mudah. Tajuk-tajuk nasyid yang sesuai dalam bahagian Ibadah adalah seperti berikut Puasa Menjana Keperibadian Muslim Menghayati Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan Bulan Rahmat Solat Aidilfitri dan Aidiladha Dalam bahagian sirah pula, banyak fakta yang pelajar harus ingat seperti nama penuh tokoh, tarikh lahir dan wafat para tokoh, tempat lahir, tarikh peperangan, bilangan tentera, nama-nama sahabat yang terlibat dalam peperangan, tarikh perjanjian, sumbangan tokoh dan banyak lagi. Terdapat banyak lagu-lagu nasyid yang berkaitan dengan tajuk sirah dalam pendidikan Islam yang sesuai untuk dijadikan contoh alunan bagi membantu pelajar menghafal. Contohnya tajuk Rasulullah, pelajar boleh menggunakan lagu nasyid Rasulullah yang dinyanyikan oleh kumpulan nasyid Hijjaz sebagai panduan. Tajuk-tajuk nasyid yang sesuai dalam bahagian Sirah adalah seperti berikut The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Hijrah Rasulullah ke Madinah Persaudaraan Antara Muhajirin dan Ansar Saidatina Khadijah binti Khuwailid Summayah Ummul Ammar bin Yasir Saidina Umar bin Al-Khattab Pentadbir yang Ulung Saidina Hamzah bin Abdul Mutalib Pahlawan Terbilang Saidatina Fatimah Az-Zahra’ Puteri Rasulullah Saidatina Aisyah Ilmuwan Wanita Terunggul Khalid bin Al-Walid Perwira Perkasa Dalam bahagian adab pula fakta-fakta yang perlu dikuasai oleh pelajar agak mudah berbanding tajuk-tajuk yang lain. Ianya lebih mudah untuk dihafal dan diingati oleh pelajar. Namun, proses menghafal bagi bahagian adab ini akan menjadi lebih mudah sekiranya dialunkan dengan menggunakan kaedah nasyid. Tajuk-tajuk nasyid yang sesuai dalam bahagian Adab adalah seperti berikut Adab Menjaga Fitrah Lelaki dan Perempuan Adab Bergaul dengan Keluarga Guruku Lilin Seorang Guru The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Nikmat dan Musibah Ujian Kehidupan Menjana Keharmonian Hidup Memelihara Kesucian Mashaf KESIMPULAN Jiwa remaja yang minat kepada muzik dan lagu tidak dapat diketepikan. Oleh yang demikian, nasyid adalah bentuk nyanyian yang mampu menjadi alternatif terbaik dalam mengisi kekosongan jiwa remaja tersebut. Ini bagi mengelakkan pelajar memilih nyanyian yang memberi kesan negatif kepada pemikiran dan tingkah laku mereka. Oleh itu, para guru khususnya guru Pendidikan Islam perlu memainkan peranan dalam menjalankan tanggungjawab ini. Nasyid bukan sahaja dapat membantu pelajar mencapai kecemerlangan dalam akademik, bahkan mampu menghidupkan jiwa mereka dengan kehidupan muslim sejati. Ia dapat mendekatkan jiwa manusia kepada Tuhan Yang Esa. Dengan jiwa yang segar dengan keimanan dapat menggerakkan remaja menjadi pendakwah pada masa hadapan. Mereka dapat bertindak sebagai agen dakwah dalam pelbagai bidang kerjaya yang mereka tempuhi. Hasrat ini tidak dapat dikecapi tanpa usaha dari peringkat awal usia remaja. Dalam mendidik para pelajar dengan dunia nasyid, pelajar perlu didedahkan dengan pelbagai nasyid. Ini dapat membantu mereka dalam membuat pilihan terbaik apabila berhadapan dengan situasi yang berbeza. Perkara ini dapat diterapkan oleh guru dengan mendatangkan kepada para pelajar dengan pelbagai nasyid dan nama kumpulan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Ia juga menjadi asas kepada pelajar dalam memperkembangkan kreativiti mereka pada masa hadapan dalam lingkungan syariat Islam. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 RUJUKAN Abdul Fatah Hassan. 1990. Penggunaan Minda yang Optimum dalam Pembelajaran. Skudai Universiti Teknologi Malaysia. Ahmad Sharifuddin Mustapha & Mohd Zain Mubarak. 2006. Dakwah melalui muzik dan nyanyian satu perbincangan. Kertas kerja Seminar Serantau Dakwah dan Kesenian. Anjuran Jabatan Pengajian dakwah dan Kepimpinan, Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia, 7-8 Ogos. Eisner, E. 2003. The Function of Music In Education. dalam [29 Ogos 2016] Goh, 2011. Penggunaan Kaedah Nyanyian Dalam Penguasaan Sifir Darab 6 hingga 8 Pelajar Tahun Tiga. Jurnal Penyelidikan Tindakan IPG KBL 52011 24-35. Hairun Najuwah Jamali & Siti Nurhajariah Md Isa. 2014. Aplikasi teknik pembelajaran pantas dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Arab. GSE E-Journal of Education, 22 1-11. Herman, N. 1991. The Creative Brain. Journal of Creative Behaviour. 254 275-295. Hisyamuddin Abdul Razab & Amir Hamzah Sharaai. 2012. Kaedah nyanyian dalam mengatasi masalah miskonsepsi dalam kalangan pelajar tahun tiga dalam topik magnet. Persidangan Kebangsaan Pembangunan dan Pendidikan Lestari 2012. Institut Pendidikan Guru Kampus Tuanku Bainun, Bukit Mertajam, Pulau Pinang, 9-10 September. Ismaniza binti Ismail. 2011. Peranan nasyid sebagai medium dakwah. Kertas Projek, Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia. Md. Nasir Masran & Ain Hazwani Abu Kasim. 2014. Keberkesanan kaedah belajar sambil main dalam meningkat kemahiran membaca lisan dalam kalangan pelajar-pelajar bermasalah pembelajaran. Asian Education Action Research Journal 3 79-95. Mohamad Kamil Hj Ab Majid & Muhammed Yusof. 2008. Ke arah memperkasakan Islamisasi seni muzik sebagai satu alternatif satu pengamatan awal. Jurnal Hadhari Edisi Khas 105-121. Mohamad Lutfi Mat Saad. 2011. Penggunaan kaedah nyanyian dapat menarik minat dan meningkatkan kemahiran membaca perkataan vkv, kvkv, vkvk, kvkvk pelajar prasekolah. Seminar Penyelidikan Tindakan IPG Kampus Sultan Abdul Halim 2011. Mohd Ali Muda. 1994. Isu Kreativiti dan tuntutan Perubahan Dalam Pendidikan. Warta Pendeta Jurnal Pendidikan Terengganu 11 53-60. Mok Soon Sang & Lee Shok Mee. 1989. Latihan Mengajar Untuk Maktab Perguruan. Kuala Lumpur Kumpulan Budiman Sdn Bhd. Mok Soon Sang. 2010. Bimbingan dan Kaunseling Kanak-Kanak. Selangor Penerbitan Multimedia Sdn. Bhd. Muhamad Zahiri Awang Mat, Noraini Abd Rahman & Safira Awang. 2016. Kajian tindakan kaedah nasyid dalam membaiki bacaan tahiyyat dalam kalangan pelajar-pelajar sekolah rendah. Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, 11 29-36. Noraini Ahmad. 2003. Menguatkan ingatan. [8 September 2016]. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Norhaslina Kamarulzaman, Nazean Jomhari & Mohd Yakub Zulkifli Mohd Yusoff. 2014. Membaca dan mempelajari al-Quran dengan teknik al-Jabari untuk pelajar dengan sindrom down. The Fourth Annual International Quranic Conference 2014. [20 September 2016] Nur Farhanah Bt Mohd Amin. 2011. Keberkesanan Kaedah Nyanyian Dalam Meningkatkan Ingatan Pelajar Tahun 5 Bagi Tajuk Kitaran Air’. Tesis Ijazah Sarjana Muda Perguruan dengan Kepujian, Institut Pendidikan Guru Dato’ Razali Ismail. Nurul Huda Adzis. 2004. Nasyid sebagai Hiburan alternatif dan peranannya dalam pembentukan peribadi remaja kajian terhadap pelajar SPI, UTM. Kertas Projek, Fakulti pendidikan Universiti Teknologi Malaysia. Othman, N. S. & Ali, M. F. 2012. Meningkatkan kemahiran mengingat nama-nama benua di dunia dan kedudukan Malaysia di peta dunia melalui kaedah nyanyian. Prosiding Seminar Penyelidikan Pendidikan IPG. Kuala Lumpur Institut Pendidikan Guru Malaysia. Rahman, A. A. & Rahman, M. A. 2013. Keberkesanan kaedah nyanyian dalam meningkatkan daya ingatan pelajar tahun empat bagi topik jenis-jenis rumah tradisional di Malaysia. Penyelidikan Tindakan PISMP 2013 24. Rosli, M. F. & Omar, B. 2013. Penggunaan teknik nyanyian dan Mnemonik Ndm dalam meningkatkan penguasaan kata sendi nama dari pelajar tahun tiga. Kajian Tindakan PISMP 2013, 27. Savin, 2001. Tune-in to Biology Music in the Science Classroom. [30 Ogos 2016] Siti Jamaiyah Noorazwa Ahmad Muhid & Ramlah Jantan. 2014. Pengajaran membaca Bahasa Melayu berbantukan komputer dan nyanyian dalam kalangan pelajar-pelajar orang asli. Asian Education Action Research Journal 3 26-41. Siti Salwa Md Sawari & Azlina Mustaffa. 2014. Guru bersahsiah mulia menurut pandangan Ibn Sahnun analisa buku Adab Mu’allimin. The Online Journal of Islamic Education 22 1-10. Siti Salwa Md Sawari & Muhamad Zahiri Awang Mat. 2014. Harmonizing al-Qabisy’s view and practice of J-Qaf programme in malaysian primary school. Asian Journal of Management Sciences & Education 31 153-162. Siti Suaini Yusoff, Mohamed SulaimanWahid. 2012. Penggunaan teknik nyanyian untuk meningkatkan kelancaran membaca perkataan dua suku kata bagi pelajar Slow Learner’. Prosiding Seminar Penyelidikan Tindakan PISMP 36. Suhana binti Udin. 2012. Meningkatkan kemahiran mengingat huruf Idgham Maal Ghunnah menggunakan gabungan kaedah ilustrasi kartun, pergerakan dan nyanyian. Koleksi artikel penyelidikan tindakan PISMP pendidikan Islam. Seminar Penyelidikan Tindakan IPG KBL Tahun 2012, hlm. 230-242. Tan Jun Ming & Chin Chee Keong. 2012. Penggunaan Kaedah Nyanyian Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Cara Pengurusan Bahan Kitar Semula. Persidangan Kebangsaan Pembangunan dan Pendidikan Lestari 2012, Institut Pendidikan Guru Kampus Tuanku Bainun, Bukit Mertajam Pulau Pinang, 19 – 20 September. Umi Kalsum Zakaria, Mohamed SulaimanWahid. 2012. Aplikasi terapi permainan kerusi muzik dalam membantu pengecaman dan penyebutan suku kata KVKV. Prosiding Seminar Penyelidikan Tindakan PISMP 36. The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 Yong, & Biramiah, K. 1996. Dalam Guru Yang Kreatif Isu-Isu Teoritikal dan Aplikasi Praktikal. Kuala Lumpur Arenabuku Sdn. Bhd. Al-Qaradhawi, Al-lslam wa al-Fann. Al-Qaherah Matbaah al-Madani. Zainuddin Che Seman, Abdul Azis Awang Kechik & Zaidul Amin Suffian Ahmad. 2014. Nyanyian dan muzik mengikut pandangan hukum oleh Tuan Guru Hj. Abdul Rahman Pondok Sungai Durian Kuala Krai Kelantan. International Research Management and Innovation Conference 2014 IRMIC2014. Kuala Lumpur, 17 – 18 November. LAMPIRAN PELAJAR BERKERJASAMA DALAM KUMPULAN MENCIPTA LIRIK NASYID The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 CONTOH LIRIK NASYID YANG DICIPTA OLEH PARA PELAJAR LAMPIRAN The International Seminar On Islamic Jurisprudence In Contemporary Society Islac 2017 ISBN 978-967-0899-57-2 PELAJAR MEMPERSEMBAHKAN NASYID CIPTAAN MEREKA ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Minda yang Optimum dalam Pembelajaran. Skudai Universiti Teknologi MalaysiaAbdul Fatah HassanAbdul Fatah Hassan. 1990. Penggunaan Minda yang Optimum dalam Pembelajaran. Skudai Universiti Teknologi Function of Music In Education. dalam EisnerEisner, E. 2003. The Function of Music In Education. dalam [29 Ogos 2016]Penggunaan Kaedah Nyanyian Dalam Penguasaan Sifir Darab 6 hingga 8 Pelajar Tahun TigaM L GohGoh, 2011. Penggunaan Kaedah Nyanyian Dalam Penguasaan Sifir Darab 6 hingga 8 Pelajar Tahun Tiga. Jurnal Penyelidikan Tindakan IPG KBL 52011 nasyid sebagai medium dakwah. Kertas ProjekIsmail Ismaniza BintiIsmaniza binti Ismail. 2011. Peranan nasyid sebagai medium dakwah. Kertas Projek, Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi kaedah nyanyian dapat menarik minat dan meningkatkan kemahiran membaca perkataan vkv, kvkv, vkvk, kvkvk pelajar prasekolahMohamad Lutfi Mat SaadMohamad Lutfi Mat Saad. 2011. Penggunaan kaedah nyanyian dapat menarik minat dan meningkatkan kemahiran membaca perkataan vkv, kvkv, vkvk, kvkvk pelajar prasekolah. Seminar Penyelidikan Tindakan IPG Kampus Sultan Abdul Halim Kreativiti dan tuntutan Perubahan Dalam PendidikanAli MohdMudaMohd Ali Muda. 1994. Isu Kreativiti dan tuntutan Perubahan Dalam Pendidikan. Warta Pendeta Jurnal Pendidikan Terengganu 11 dan Kaunseling Kanak-KanakSang Mok SoonMok Soon Sang. 2010. Bimbingan dan Kaunseling Kanak-Kanak. Selangor Penerbitan Multimedia Sdn. Kaedah Nyanyian Dalam Meningkatkan Ingatan Pelajar Tahun 5 Bagi Tajuk 'Kitaran AirNur Farhanah Bt Mohd AminNur Farhanah Bt Mohd Amin. 2011. Keberkesanan Kaedah Nyanyian Dalam Meningkatkan Ingatan Pelajar Tahun 5 Bagi Tajuk 'Kitaran Air'. Tesis Ijazah Sarjana Muda Perguruan dengan Kepujian, Institut Pendidikan Guru Dato' Razali sebagai Hiburan alternatif dan peranannya dalam pembentukan peribadi remaja kajian terhadap pelajar SPIAdzis Nurul HudaNurul Huda Adzis. 2004. Nasyid sebagai Hiburan alternatif dan peranannya dalam pembentukan peribadi remaja kajian terhadap pelajar SPI, UTM. Kertas Projek, Fakulti pendidikan Universiti Teknologi kemahiran mengingat nama-nama benua di dunia dan kedudukan Malaysia di peta dunia melalui kaedah nyanyian. Prosiding Seminar Penyelidikan Pendidikan IPGN S OthmanM F AliOthman, N. S. & Ali, M. F. 2012. Meningkatkan kemahiran mengingat nama-nama benua di dunia dan kedudukan Malaysia di peta dunia melalui kaedah nyanyian. Prosiding Seminar Penyelidikan Pendidikan IPG. Kuala Lumpur Institut Pendidikan Guru Malaysia.

salah satu cara menyanyikan lagu nasyid yaitu dalam bentuk